Sesuai Hadits! Agar Dunia Mengejar Kita

Kanzanesia
7 min readJul 31, 2021

--

Sesuai Hadits! Agar Dunia Mengejar Kita

Pernahkah kita berfikir agar dunia mengejar kita? Mengejar dunia tidak ada habisnya, tapi jika mengejar akhirat dunia mengikuti.

Ada beberapa hadits mengejar akhirat dapat dunia. Berikut ini adalah ulasan tentang agar dunia mengejar kita. Bukan kita yang mengejar dunia.

Agar Dunia Mengejar Kita

Mungkin diantara kita ada yang saat ini merasa rezekinya agak seret dan ingin mudah mendapatkan rezeki atau dunia. Kita instropeksi diri kita dengan sebuah hadits berikut ini agar dunia mengejar kita. Sehingga kita tidak perlu susah payah dalam mencari rezeki karena rezeki itu sendiri yang mencari kita. Karena dunia mengejar kita.

Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ كَانَتْ هِمَّهُ الْآخِرَةَ جَمَّعَ اللّٰهُ لَهُ شَمْلَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ وَ أَتَتْهُ الدُّنْيَا رَاغِمَةً، وَ مَنْ كَانَتْ هِمَّهُ الدُّنْيَا فَرَّقَ اللّٰهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَ جَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَ لَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَهُ

Artinya : “Barang siapa yang tujuan utama hidupnya adalah Akhirat, maka Allah akan mengumpulkan urusannya, dan menjadikan kekayaan di hatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barang siapa yang tujuan utama hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, Allah menjadikan kefakiran berada diantara kedua matanya dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali yang sudah ditetapkan oleh Allah untuknya.”

Hadits tersebut merupakan salah satu hadits yang shohih dari beberapa hadits tentang kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikuti atau hadits kejarlah akhirat, maka dunia akan mengejarmu.

Untuk lebih memudahkan kita dalam mempraktekkan agar dunia mengejar kita ini. Akan kami buatkan satu contoh. Contoh ini silahkan nantinya bisa dikembangkan sendiri.

Ada seseorang penjual nasi bungkus, ia menjual nasi bungkus karena ingin segera bisa membangun rumah dan membeli mobil impiannya. Ini adalah contoh seseorang yang murni tujuan utamanya adalah mengejar dunia. Tujuan utama dari menjual nasi bungkus ini akan menjadikan penyebab semua urusannya tercerai-berai. Dan ia tidak akan mendapatkan apapun dari apa yang menjadi tujuan utamanya. Kecuali memang Allah sudah mencatatnya mendapatkan itu dibuku catatan kehidupannya di lauhul mahfudz.

Kemudian contoh yang berikutnya adalah contoh seseorang yang dikejar dunia karena mengejar akhirat.

Ada seseorang menjual nasi bungkus, ia menjual nasi bungkus karena ingin segera bisa membangun yayasan yatim piatu. Ia selalu berdoa, “Ya Allah berilah aku rezeki yang melimpah-limpah agar aku bisa membangun sebuah yayasan yatim piatu.” Ini adalah contoh seseorang yang murni tujuan utamanya adalah mengejar akhirat. Karena tujuan untuk segera bisa membangun yayasan yatim piatu adalah tujuan untuk membuat amal jariyah yang pahalanya akan terus menerus mengalir selama yayasan yatim piatu itu masih ada.

Tujuan utama dari menjual nasi bungkus seperti ini akan menjadikan penyebab semua urusannya dikumpulkan atau dimudahkan oleh Allah. Dan dunia akan mengejarnya dan mendatanginya dalam keadaan hina. Sehingga ia akan dimudahkan oleh Allah rezekinya dan dimudahkan oleh Allah jalannya untuk segera bisa membangun yayasan yatim piatu yang menjadi tujuan utama hidupnya.

Dari dua contoh ini kita bisa tahu bagaimana cara agar dunia mengejar kita. Kita tentukan tujuan utama dalam setiap kegiatan dan pekerjaan kita. Kita tentukan yang baik dan mulia. Contohnya ingin segera bisa membangun yayasan yatim piatu. Ini adalah cita-cita yang sangat mulia yang hanya dimiliki orang yang berhati bagaikan emas. Cita-cita seperti ini sangat mulia dan sangat patut untuk mendapatkan apresiasi.

Dengan cara agar dunia mengejar kita seperti ini dunia akan mengejar kita tanpa kita harus susah payah mengejarnya. Karena seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Barang siapa yang tujuan utama hidupnya adalah Akhirat, maka Allah akan mengumpulkan urusannya, dan menjadikan kekayaan di hatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

Hadits kejarlah akhirat, maka dunia akan mengejarmu diatas menjelaskan bahwa kejarlah akhirat maka dunia akan kau dapatkan atau dengan kata lain jika kita mengejar akhirat maka kita akan mendapatkan dunia juga.

Ibarat kita menanam padi maka rumput juga pasti akan tumbuh. Berbeda jika kita menanam rumput (dalam artian hanya mengejar dunia) maka tidak akan tumbuh padi juga.

Hadist Kejarlah Akhirat, maka Dunia akan Mengikutimu

Ada hadits lain yang senada dengan hadits diatas. Yaitu sebuah hadist kejarlah Akhirat, maka dunia akan mengikutimu. Atau hadits yang menjelaskan agar dunia mengejar kita.

Diriwayatkan oleh sahabat Anas radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هِمَّهُ جَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ وَ جَمَعَ شَمْلَهُ وَ أَتَتْهُ الدُّنْيَا وَ هِيَ رَاغِمَةٌ، وَ مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هِمَّهُ جَعَلَ اللّٰهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَ فَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَ لَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَ إِلَّا مَا قَدَّرَ لَهُ

Artinya : “Barang siapa yang menjadikan Akhirat sebagai tujuan utama hidupnya, maka Allah menjadikan kekayaan dalam hatinya, mengumpulkan urusannya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barang siapa yang menjadikan Dunia sebagai tujuan utama hidupnya, maka Allah menjadikan kefakiran berada diantara kedua matanya, mencerai-beraikan urusannya dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali yang sudah Allah takdirkan untuknya.”

Hadist kejarlah Akhirat, maka dunia akan mengikutimu ini merupakan hadits yang shohih. Jadi, tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar mempunyai tujuan utama dalam hidup yang baik. Dengan memiliki tujuan hidup yang baik maka kehidupan yang dijalani pun menjadi baik.

Keuntungan Mengejar Akhirat

Selain hadits tentang mengejar dunia dan akhirat terdapat juga ayat Al Qur’an yang menjelaskan agar lebih memilih untuk mengejar akhirat.

Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikuti terkandung dalam QS. Asy Syura Ayat 20 :

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِيْ حَرْثِهِ وَ مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَ مَا لَهُ مِنْ نَصِيْبٍ

Artinya : “Barang siapa yang menghendaki keuntungan Akhirat, maka Kami akan menambahkan keuntungan baginya. Dan barang siapa yang menghendaki keutungan dunia, maka kami berikan keuntungan sebagian dari dunia dan di akhirat ia tidak mendapatkan bagian.” (QS. Asy Syura : 20)

Ayat ini menjelaskan bahwa keuntungan mengejar akhirat berlipat-lipat karena Allah menambahkan keuntungan baginya. Yaitu dengan memberikan balasan 10 kali lipat atau lebih sesuai kehendak dari Allah.

Jika Hati Baik maka Baiklah Seluruh Tubuh

Ketika tujuan utama kehidupan adalah untuk mengejar akhirat. Maka hati akan menjadi baik. Jika hati baik maka baiklah seluruh tubuh. Atau jika hati baik maka baiklah semuanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَلَا وَ إِنَّ فِيْ الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَ صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَ إِذَ فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَ هِيَ الْقَلْبُ

Artinya : “Ingatlah bahwa di dalam jasad ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh jasad. Dan jika segumpal daging itu rusak maka rusaklah seluruh jasad, ingatlah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari №52 dan Muslim №1599)

Ketika hati kita memiliki tujuan yang mulia, seperti ingin sekali membangun yayasan yatim piatu misalnya. Maka hati ini menjadi hati yang baik. Jika hati baik maka baiklah seluruh tubuh. Atau jika hati baik maka baiklah semuanya. Yaitu, seluruh tubuh seakan-akan mendapatkan program untuk berbuat baik dari hati itu. Seperti sebuah komputer maka ketika kita program maka komputer itu akan berjalan sesuai dengan program yang kita instal di komputer itu.

Otak yang berfikir untuk meneliti dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sedangkan hati adalah yang memimpin tubuh kita untuk mengerjakan apa yang sudah kita fikirkan itu. Oleh karena itu ada hubungan yang sangat penting antara otak dan hati ini.

Otak adalah tempat untuk menciptakan ide-ide yang mengarah pada suatu keberhasilan. Sedangkan hati adalah yang memimpin seluruh tubuh dalam mengerjakan ide-ide itu. Dan hasilnya tergantung pada hati karena jika hati baik maka baiklah seluruh tubuh. Dengan kata lain, jika hati baik maka baiklah semuanya.

Dunia Ladang Akhirat

Semua makhluk yang diciptakan Allah di dunia ini bisa dijadikan bekal menuju akhirat.

Imam Al Ghazali menjelaskan hal ini dalam kitab Ihya’ Ulumuddin :

اَلدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الْآخِرَةْ فَكُلُّ مَا خَلَقَ اللّٰهُ فِيْ الدُّنْيَا فَيُمْكِنُ أَنْ يَّتَزَوَّدَ مِنْهُ لِلْآخِرَةِ

Artinya : “Dunia adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Maka semua yang dijadikan Allah di dunia bisa dijadikan sebagai bekal menuju akhirat.”

Apa saja yang diberikan Allah untuk kita, baik berupa kecerdasan, kekuatan dan kedudukan semuanya bisa dijadikan bekal untuk akhirat. Yaitu menggunakan kecerdasan, kekuatan dan apa saja yang ia miliki untuk bekal menuju akhirat. Karena dunia adalah ladang untuk perbekalan kita di akhirat. Dan dunia tempat menanam akhirat tempat memanen.

Dunia Dikejar Semakin Menjauh Dijauhi Semakin Mengejar

Dunia dikejar semakin menjauh, karena ketika semakin kita mengejar dunia maka semakin kita lelah mengejarnya. Ibarat kita mengejar bayang-bayang fatamorgana tidak bisa kita temukan. Ibarat meminum air laut, maka haus tidak akan hilang dan semakin haus. Itulah dunia.

Mengapa dunia bisa seperti itu? Karena ada dalil hadits shohih yang sudah kita bahas sebelumnya. Selain itu, jika seseorang mengejar dunia, terus mengejar dengan susah payah maka yang bekerja pada diri seseorang bukan akal, tapi nafsu. Nafsu yang menguasai diri seseorang yang mengejar dunia. Nafsu ingin kekayaan, kemuliaan dan kedudukan. Sedangkan nafsu selalu mengajak kepada keburukan. Jika seseorang sudah dikuasai oleh nafsu yang ingin mengejar dunia maka apa yang ia lakukan tentu saja keburukan-keburukan.

Mengapa jika seseorang mengejar akhirat akan dikejar oleh dunia? Hal ini selain karena ada dalil hadits tersebut. Seseorang akan menggunakan akalnya untuk mendapatkan tujuannya. Dan yang pasti tidak dikuasai hawa nafsunya. Sehingga apa yang ia perbuat akan menjadi baik. Ia berdoa kepada Allah agar diberi rezeki yang melimpah-limpah, akan tetapi rezeki yang akan ia dapatkan itu akan ia gunakan untuk kebaikan seperti bersedekah atau beramal saleh yang lain. Karena yang ia kejar adalah akhirat dan telah menjadikan akhirat sebagai tujuan utama hidupnya.

Demikan ulasan tentang agar dunia mengejar kita. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share juga kepada yang lain.

Sign up to discover human stories that deepen your understanding of the world.

Free

Distraction-free reading. No ads.

Organize your knowledge with lists and highlights.

Tell your story. Find your audience.

Membership

Read member-only stories

Support writers you read most

Earn money for your writing

Listen to audio narrations

Read offline with the Medium app

--

--

Kanzanesia
Kanzanesia

Written by Kanzanesia

Situs Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia

No responses yet

Write a response